Pages Navigation Menu

Monev Dikti Terselenggara, Tim PKM Unri Targetkan Medali di Pimnas

Monev Dikti Terselenggara, Tim PKM Unri Targetkan Medali di Pimnas

Kemahasiswaan.unri.ac.id – Universitas Riau (Unri) kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bagi beberapa perguruan tinggi se Riau-Kepri, 19-21 Juli 2018.

  Membuka acara, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ITS Dr Syapsan ME mengatakan, monev kali ini bertujuan untuk melihat kemajuan dan menyeleksi tim yang memenuhi kriteria penilaian. Serta siap untuk maju ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2018 yang akan diselenggarakan pada tanggal 27 Agustus hingga 2 September mendatang di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Syapsan menyampaikan, saat ini ada 101 tim yang lolos pendanaan dari Dikti yang berasal dari Unri dan 10 universitas berbeda di Riau-Kepri untuk dilihat kesiapannya dalam monev tersebut. “Sebenarnya semua tim sudah baik, namun untuk yang maju ke Pimnas akan dipilih lagi yang terbaik,” ujar lulusan sarjana Ekonomi Unri ini.

  Ditambahkan oleh Syapsan, dari sekian banyak gelaran kompetisi untuk mahasiswa yang diselenggarakan oleh Kemenristekdikti, Pimnas merupakan ajang puncak dan paling bergengsi baik bagi mahasiswa maupun perguruan tinggi di Indonesia. “Jadi sudah sepatutnya jika Unri tahun ini kembali menargetkan perolehan medali,” tandasnya optimis. Dirinya juga memohon doa kepada segenap civitas akademika Unri, agar target semua tim PKM Unri yang melaju ke Pimnas 2018 nanti dapat membawa pulang medali.

  Selain itu, perwakilan Reviewer PKM dari Kemenristekdikti, Ir Sondi Kuswaryan MS mengatakan, penilaian untuk PKM terdiri dari 30 persen dari penulisan proposal, 50 persen dari monev, dan 20 persen dari laporan kemajuan yang telah diunggah sebelum acara ini diselenggarakan. “Acara ini akan berlangsung tiga hari, sedangkan satu tim akan mendapat jatah presentasi 20 menit di masing-masing kelas,” jelas dosen Universitas Padjajaran ini.

 Sondi juga menambahkan, monev Dikti tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Di mana, satu kelas akan diisi dua orang reviewer, sehingga penentuan lolos atau tidaknya dapat dirundingkan antara kedua reviewer tersebut. “Intinya sekitar 3.100 tim yang lolos pendanaan Kemenristekdikti di Indonesia, akan dipilih 440 tim yang melaju ke Pimnas dan dibagi menjadi 22 kelas,” pungkasnya.

  Monev Dikti yang berlangsung di Aula Rektorat Lantai 4 Universitas Riau ini diikuti sebelas Perguruan Tinggi diantaranya Universitas Riau dengan 101 Tim, Politeknik Negeri Batam 7 Tim, Universitas Muhammadiyah Riau 3 Tim, Universitas Maritim Raja Ali Haji 3 Tim, Universitas Lancang Kuning 3 Tim, Universitas Universal 3 Tim, Universitas Islam Riau 2 Tim, STIKES Hangtuah  1 Tim, Politeknik Negeri Bengkalis 1 Tim, Universitas Abdurrab 1 Tim dan Universitas Pasir Pangaraian 1 Tim. (Kemahasiswaan/dj)