Pages Navigation Menu

Monev KBMI : Semua Berpotensi Jadi Pengusaha

Monev KBMI : Semua Berpotensi Jadi Pengusaha

kemahasiswaan.unri.ac.id – Peningkatan daya saing bangsa salah satunya melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). SDM berdaya saing mampu mengubah setiap tantangan menjadi peluang. Kemampuan mengubah tantangan menjadi peluang bernilai ekonomis ini dapat dilakukan melalui pembangunan karakter kewirausahaan. Hal inilah yang menjadi acuan terselengaranya Program Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) oleh Kemenristekdikti.

Guna memantau pelaksanaan program KBMI mahasiswa, Kemenrsitekdikti melalui tim Reviewer melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Ekternal KBMI, Kamis (02/10). Hadir sebagai peserta Monev, 7 Tim Universitas Riau (UR), 1 Tim Politeknik Negeri Bengkalis dan 1 Tim Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai.

  Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UR, Dr Syapsan ME dalam sambutannya menyampaikan bahwa seluruh tim bisa dan berpeluang untuk menuju Expo Kewirausahaan Mahasiswaa Indonesia (KMI).

“Saya yakin kita bisa menuju Expo KMI 2017. Asal anda semua memaksimalkan usaha dan kesiapan tim,” tutur Syapsan.

Pada Monev-nya, Surfa Yondri ST SST MKom selaku reviewer menegaskan KBMI adalah hilirisasi dari kegiatan PKM-K, PMW dengan sistem pengelolaan dana yang lebih baik.

  “Kegiatan KBMI adalah technopreneur dimana dapat kalian jadikan basic untuk nantinya setelah lulus benar-benar mampu berwirausaha dan mengembangkan usaha saat ini dengan sistem pengelolaan dana lebih baik dari ada yang telah diperoleh dari KBMI,” tegasnya.

Ditahun 2017, Universitas Riau berhasil meloloskan tujuh tim KBMI yang akan diseleksi menuju EXPO KMI 2017 tanggal 20-22 November mendatang.

Ketujuh tim KBMI yang lolos didanai Dikti Tahun 2017 diantaranya, Monika Sari Br Sembiring (FPK), Maghfirah Jayalaksamana (Pertanian), Rizki Azhari (Pertanian), Darman (Teknik), Muhamad Agus Magfur (Pertanian), Melisa Adrian (Teknik) dan Sudariyanto (Teknik) dengan masing-masing usaha dibidang makanan dan industri kreatif.

Selain penilaian presentasi kelompok, reviewer juga melakukan penilaian pada laporan kemajuan, laporan penggunaan dana dan logbook, untuk selanjutnya dipilih 3 terbaik yang akan direkomendasi menuju EXPO KMI 2017.

“Jadikan kelemahan menjadi tantangan bagi tim. Karena kelemahan mahasiswa Sumatra saat ini rasa percaya dirinya yang kurang. Semua kita berpotensi jadi pengusaha, sehingga tunjukan diri kita dan yakinkan orang lain bahwa kita sebagai pengusaha,” tutup Yondri diakhir monev-nya. (dj)