Pages Navigation Menu

PEKSIMINAS XIV 2018, Riau Raih Medali Perak di Tangkai Lomba Baca Puisi

PEKSIMINAS XIV 2018, Riau Raih Medali Perak di Tangkai Lomba Baca Puisi

kemahasiswaan.unri.ac.id, Yogyakarta – Dalam rangka menanamkan nilai-nilai karakter bangsa bagi mahasiswa melalui seni dan budaya, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti menggelar Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) ke XIV yang dilaksanakan pada tanggal 15-21 Oktober 2018 dengan Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) D.I. Yogyakarta sebagai tuan rumahnya.

Pembukaan Peksiminas 2018 dihadiri langsung oleh Direktur Kemahasiswaan Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa), Dr. Didin Wahidin, M,Pd., yang sekaligus melantik dewan kehormatan juri dan dewan juri. “Peksiminas merupakan bagian dari kegiatan kemahasiswaan tingkat nasional yang bukan hanya sebatas wahana untuk menuangkan kemampuan mahasiswa dalam olah seni, namun juga membangun hubungan antarmahasiswa serta dengan Sang Maha Pencipta,” ungkap Didin.

Didin Wahidin dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam mengikuti kompetisi ini mahasiswa bukan hanya mendapatkan hadiah keluar sebagai pemenang namun banyak hal lain yang bisa mahasiswa dapatkan. “Dalam sebuah kompetisi menang itu penting, namun yang lebih penting adalah terbangunnya jiwa pemenang, yaitu berupa semangat juang yang kuat dan tidak kenal menyerah, sportivitas dan kerja tim” ujar Didin.

  Penyelenggaraan peksiminas yang digelar tiap 2 tahun sekali ini merupakan penyelenggaraan peksiminas ke XIV dimana pesertanya adalah mahasiswa terbaik yang telah lolos dalam beragam proses penyeleksian baik dalam skala kampus, maupun daerah melalui Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA).

Pada penyelenggaraan tahun ini, PEKSIMINAS XIV menyediakan 15 tangkai lomba, diantaranya : vokal grup, pop, dangdut, keroncong, seriosa, tari, baca puisi, penulisan puisi, monolog, penulisan cerpen, penulisan lakon, desain poster, lukis, fotografi dan komik strip yang diikuti oleh 33 Provinsi dengan total peserta berjumlah 1036.

  Riau sendiri mengirimkan total 47 peserta untuk mengikuti semua tangkai lomba yang dilombakan. Mewakili Riau diantaranya Ricky Dwi Bintanio (UNRI/Desain Poster), Nirma Redisa (UNRI/Baca Puisi Putri), Yuliana (UNRI/Monolog), Nurhafiza (UNRI/Penulisan Puisi), Yossy Arimbi (UNRI/Keroncong Putri), Farhan Filya Oktama (UNRI/Solo Pop Putra), Siti Rachmawati (UNRI/Solo Pop Putri), Famix Group (UNRI/Vocal Group), Wisnu Reizhal Pahlevi (UMRI/Keroncong Putra), Eric Febrian J (UNILAK/Penulisan Lakon), Thofan Jihadullah Al-Atiq (UNILAK/Lukis), Harif Novia Yunanda (STMIK AMIK RIAU/Fotografi Warna), M. Aidil (UNILAK/Baca Puisi Putra), Adam Novri (UNILAK/Fotografi Hitam Putih), Julianto (UNILAK/Komik Strip), Dirga Putri (UNILAK/Penulisan Cerpen), M. Iqbal Pranata (UIR/Dangdut Putra), Joti Santi Arinta (UIR/Dangdut Putri), Diana Nursinta (UIR/Seriosa Putri), Isman Maulana (UIR/Seriosa Putra), dan UKM UIR (UIR/Tari).

 Penyelenggaraan lomba yang diadakan di 8 kampus yang ada di Yogyakarta ini akhirnya ditutup secara langsung pada tanggal 20 Oktober 2018 bertempat di Auditorium Driyarkara Sanatha Darma.

BPSMI Riau sendiri turut menyumbangkan raihan prestasi di tangkai lomba pembacaan puisi putri atas nama Nirma Redisa. Mahasiswi Universitas Riau yang mendapatkan juara 2 pada ajang peksiminas kali ini mengaku bahwa perjuangannya hingga meraih juara tak lepas dari berbagai pihak yang telah mendukungnya sejak jauh-jauh hari.

  “Perjuangan peksiminas ini dimulai sejak jauh hari sebelum lomba, didampingi oleh Bang Pay selaku pelatihnya, kami kerap melakukan latihan rutin mulai dari olah vocal, tubuh, rasa dan memahami makna dari puisi yang akan dibaca” ujar Nirma. Adapun puisi yang dibacakan saat itu ialah puisi berjudul Cocktail Party karya Toety Herati Noerhadi serta Padamu Jua karya Amir Hamzah.

  Nirma menyatakan bahwa baginya setiap puisi itu memiliki pesan dan nilai-nilai kehidupan, selain untuk menyampaikan pesan kepada penonton, tentunya puisi juga menjadi sarana untuk introspeksi diri sebab beberapa puisi yang ia baca juga memberikan pelajaran akan kehidupan.

Lebih lanjut Nirma berharap kepada teman-teman yang dua tahun lagi akan mengikuti peksiminas mendatang untuk lebih giat lagi untuk berproses, karena dari setiap proses itulah kita akan mendapatkan pelajaran dan menjadi lebih baik lagi. “tetap jaga niat, jangan hanya berharap untuk menjadi pemenang saja, tapi berharaplah untuk selalu bisa menampilkan yang terbaik”, tutup Nirma.

Ketua BPSMI Riau, Dr Syapsan ME yang turut mendampingi kontingen Riau, mengapresiasi dengan capaian medali perak yang diperoleh mahasiswa Universitas Riau.

 “Mari kita jadikan Peksiminas sebagai wadah kreativitas seni bagi maha­siswa, juga untuk memupuk solidaritas, kebersamaan putra-putra Indonesia khususnya di kalangan mahasiswa. Selamat atas capaian prestasi mahasiswa Universitas Riau yang mewakili BPSMI Riau,” tuturnya. (RDB/dj)