Pages Navigation Menu

Workshop Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia : Pilar Pendukung Perekonomian Bangsa

Workshop Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia : Pilar Pendukung Perekonomian Bangsa

kemahasiswaan.unri.ac.id – Kewirausahaan sudah menjadi salah satu program nasional penting saat ini. Hal ini selaras dengan visi dan misi pemerintah untuk menumbuhkan perekonomian nasional melalui peningkatan jumlah wirausaha. Ditjen Belmawa Kemenristekdikti selain meluncurkan Program Kreativitas Mahasiswa (PKMK), Program Belajar Bekerja Terpadu (PBBT) dan Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI), juga meluncurkan program Expo Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI Expo) yang merupakan muara kegiatan pembinaan kewirausahaan sebagai wadah mengapresiasi mahasiswa yang telah aktif berwirausaha.

Menyambut program Kewirausahaan Tahun 2018, Kemenristekdikti menggelar Workshop Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia, Sabtu (03/03). Universitas Riau (Unri) menjadi salah satu tuan rumah terpilih untuk penyelenggaraan Workshop, yang diikuti oleh 10 (sepuluh) Perguruan Tinggi Se-Riau.

Disampaikan Drs Ismet Yus Putra MM, Kasubdit Kesejahteraan dan Kewirausahaan Belmawa Kemenristekdikti, yang berkesempatan membuka acara, Workshop Kewirausahaan ini bertujuan untuk membentuk karakter dan semangat berwirausaha.

  “Tujuan dari penyelenggaraan workshop diantaranya untuk menumbuhkembangkan jiwa wirausaha, terbentuknya lulusan yang mandiri dengan menumbuhkan kembangkan iklim dan budaya berwirausaha dikalangan mahasiswa, sehingga terbangunnya relevansi dunia pendidikan dengan dunia pendidikan,” ujarnya.

Ismet juga menambahkan, entrepreneur sebagai salah satu pilar pendukung perekonomian bangsa.

“Upaya Kemenristekdikti salah satunya melalui program pengembangan jiwa wirausaha bagi mahasiswa guna meningkatkan perilaku inovatif dan kreatif dalam merintis dan mengembangkan usaha,”

  Workshop menghadirkan dua narasumber Prof Dr Ali Agus DAA DEA (UGM) dan Dr Asep Mulyana SE MCE (Unpad) dari Tim PKMI Dikti. 

Dalam pemaparannya Ali Agus menyebutkan pola pikir dari seorang wirausahawan yang harus berani mengambil resiko.

  “Berpikir resiko dulu, bukan untungnya. Harus berani mengambil resiko terjelek sekalipun, pandai melihat peluang dan mampu action. Karena wirausaha itu berpikir sebagai pemenang bukan pecundang, pemenang selalu melihat peluang dalam setiap masalahnya sedangkan pecundang melihat masalah dari setiap peluangnya. Anda ingin sukses ? Banyak bergaul dengan orang sukses.” ujarnya.

Acara diakhiri dengan coaching clinic dengan membagi mahasiswa menjadi 10 tim yang masing-masing membahas Business Plan.

 

Follow up dari kegiatan workshop adalah keikutsertaan mahasiswa pada program Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) Tahun 2018 yang pendaftarannya sudah dibuka sejak Februari hingga bulan April mendatang. (dj)